Pages

Powered by Blogger.

Sunday, 31 January 2016

Delivery Dalam Stand Up Comedy



Mengutip dari buku Kiat Tahap Awal Belajar Stand Up Comedy Indonesia  (KITAB SUCI)  om Ramon Papana  bahwasannya,  “Naskah hanya berperan sebanyak 10%, sedangkan Delivery dan karakter berperan sebanyak 90%”.

Menurut saya delivery adalah cara seorang comic menyampaikan materinya di atas panggung,kepada penonton  dengan karakter yang sudah comic tersebut tetapkan atau pun secara tidak sengaja ia temukan.
 
 
Berikut ini adalah faktor-faktor yang bisa membuat penyampaian materi kita lebih hidup:

a.       Suara Asli atau Suara Karakter?
 
 
Jelas dengan menggunakan suara asli maka kita akan lebih mudah dalam menjiwai materi yang berasal dari dalam diri kita, namun pada kenyataannya suara karakter bisa menjadi daya jual yang membedakan satu comic dengan comic yang lainnya.

b.      Timing
 
 
Menurut saya Timing adalah bagaimana seorang comic mengatur tempo, ritme, jeda, penekanan bicaranya dalam penyampaian materi, sehingga penonton dapat menerima leluconnya dengan baik dan pada akhirnya tertawa. Kalo emang lucu.
Saya pribadi juga percaya Timing yang baik hanya bisa di dapat dari proses seberapa sering comic tersebut tampil. Learning by doing gitu.

c.       Penggunaan Bahasa
 
 
Penggunaan bahasa menjadi penting dalam penyampaian, ada saran yaitu “Write The Way You Talk” (Tulislah sebagaimana layaknya anda berbicara). Misalnya ganti kata Tidak dengan kata Enggak, dsb.
Logat atau gaya bicara juga bisa jadi daya jual dan pembeda seorang comic.

d.      Variasi
 
 
Semakin panjang penampilan seorang comic, maka semakin sulit juga mempertahankan perhatian penonton pada apa yang comic tersebut sampaikan. Banyak comic senior pada show 5 menitan sukses membuat suasana pecah, tapi pada show 30-40 menitan malah jadi garing, bahkan jangkrik-jangkrik sampe pada pawai dan beranak pinak.
Jadi ya siapkan aja banyak variasi, seperti suara, logat, atau mau nyanyi di plesetin, joget-joget nggak karuan, salto, koprol apa pun asal perhatian penonton tetap jadi milik kamu.


Capek juga yaa ngetiknya, berhubung yang ngetik pengen nyeruput kopi yang uda menggupal.. sekian dulu deh dari saya.
Wassalam.

0 comments:

Post a Comment