Mengutip dari buku Kiat Tahap Awal Belajar Stand Up Comedy
Indonesia (KITAB SUCI) om Ramon Papana bahwasannya,
“Naskah hanya berperan sebanyak 10%, sedangkan Delivery dan karakter
berperan sebanyak 90%”.
Menurut saya delivery adalah cara seorang comic menyampaikan
materinya di atas panggung,kepada penonton
dengan karakter yang sudah comic tersebut tetapkan atau pun secara tidak
sengaja ia temukan.

Berikut ini adalah faktor-faktor yang bisa membuat
penyampaian materi kita lebih hidup:
a.
Suara Asli atau Suara Karakter?
Jelas dengan menggunakan suara asli maka
kita akan lebih mudah dalam menjiwai materi yang berasal dari dalam diri kita,
namun pada kenyataannya suara karakter bisa menjadi daya jual yang membedakan
satu comic dengan comic yang lainnya.
b.
Timing

Menurut saya Timing adalah bagaimana
seorang comic mengatur tempo, ritme, jeda, penekanan bicaranya dalam
penyampaian materi, sehingga penonton dapat menerima leluconnya dengan baik dan
pada akhirnya tertawa. Kalo emang lucu.
Saya pribadi juga percaya Timing yang baik
hanya bisa di dapat dari proses seberapa sering comic tersebut tampil. Learning
by doing gitu.
c.
Penggunaan Bahasa

Penggunaan bahasa menjadi penting dalam
penyampaian, ada saran yaitu “Write The Way You Talk” (Tulislah sebagaimana
layaknya anda berbicara). Misalnya ganti kata Tidak dengan kata Enggak, dsb.
Logat atau gaya bicara juga bisa jadi daya
jual dan pembeda seorang comic.
d.
Variasi

Semakin panjang penampilan seorang comic,
maka semakin sulit juga mempertahankan perhatian penonton pada apa yang comic
tersebut sampaikan. Banyak comic senior pada show 5 menitan sukses membuat
suasana pecah, tapi pada show 30-40 menitan malah jadi garing, bahkan
jangkrik-jangkrik sampe pada pawai dan beranak pinak.
Jadi ya siapkan aja banyak variasi, seperti
suara, logat, atau mau nyanyi di plesetin, joget-joget nggak karuan, salto,
koprol apa pun asal perhatian penonton tetap jadi milik kamu.
Capek juga yaa ngetiknya, berhubung yang
ngetik pengen nyeruput kopi yang uda menggupal.. sekian dulu deh dari saya.
Wassalam.
0 comments:
Post a Comment