Pages

Powered by Blogger.

Friday, 8 July 2016

God Of Egypt Inspiring Me Something

http://img.rs-icebox.eu/images/2016/05/17/GodsofEgypt2016-cover.jpg

Minggu 19 Juni 2016, malam itu abis muter-muter nemenin temen gue nyari celana buat lebaran  yang endingnya gak jadi beli.
Akhirnya kita nongkrong dulu nge-wedang sambil ngobrol ngalor ngidul, akhirya temen gue ngajak pulang buat nonton film bajakan yang udah dia download yang judulnya The God of Egypt.
Film itu menceritakan perjalanan seorang pencuri tingkat dewa yang berusaha menyelamatkan cinta sejatinya dari kematian, dengan cara mencuri pusaka dewa Horus yang di rebut paksa oleh dewa penguasa Mesir yang jahat bernama Seth, agar dewa Horus mengambil alih tahta penguasa Mesir yang seharusnya memang miliknya.
Jujur aja, menurut gue film ini pesannya bagus-bagus.
Yang paling berkesan buat gue adalah ketika menjelang  ending, Bek si pencuri tingkat dewa yang super bejo itu ngomong ke dewa Horus dan dewi Cinta bahwa, “aku sadar, ternyata dewa hanya sibuk dengan persoalannya dan tak pernah memikirkan kami”, kurang lebih begitu.
Dewi Cinta yang mendengar kata-kata si pencuri pun tersentuh, dan menyerahkan pusaka miliknya untuk keselamatan cinta sejati si pencuri di akhiratnya dewa Seth.

https://cinemaniaindonesia.files.wordpress.com/2015/12/goe-3.png?w=610

Intinya  di film ini banyak pesan yang menyiratkan bahwa, kekutan cinta itu luar biasa, bahkan bisa mengubah kehidupan banyak orang.
Saking gue kerasa banget ama pesan tersebut, ke esokkan harinya gue jadi inget sebuah quotes yang gue nggak tau juga siapa yang buat yang bilang, “senyumlah untuk semua orang, tapi cinta mu hanya untuk seorang saja”.
Gue jadi nggak setuju dengan nalar gue yang flash back ke kehidupan Nabi besar kita Muhammad SAW.
Menurut gue Rosul mencinta nggak hanya kepada istri-istrinya, para pendahulunya, sahabat-sahatnya, bahkan Rosul mencintai orang-orang yang belum Beliau kenal, yakni kita ummat-ummatnya.

Gue jadi rindu sosok seperti Beliau, andai aja orang-orang seluruh dunia hidup dengan penuh rasa cinta kasih kepada sesama makhluk di bumi ini, mungkin indahnya hidup bisa di rasakan semua mkhluk, dan sebenarnya mungkin memang itulah tugas kita sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna, sebagai pemimpin yang di tunjuk Tuhan untuk menjaga Bumi.

Semoga yang baca nggak ngantuk, sekian tulisan gue kali ini, dan semoga terinspirasi.
Amin

Sunday, 31 January 2016

Persona Dalam Stand Up Comedy



Persona secara harfiah adalah topeng.
 
 
Sebagaimana  fungsinya, topeng digunakan sebagai penutup wajah dengan berbagai tujuan untuk mendapatkan  penampilan yang diinginkan.
Jadi untuk seorang comic, persona digunakan sebagai daya jual atau pembeda dari comic lainnya secara karakter, penyampaian  maupun penampilan, untuk memberikan variasi hiburan kepada penonton.

Persona bisa hadir dengan sendirinya dari bagaimana sudut pandang seorang comic.
 Atau persona bisa di persiapkan secara matang dan sadar.

Mengutip pernyataan bang Raditya Dika, “Persona is what makes you unique. Remember you don’t need to be better,you just need to be different.”
Jadi menurut saya, persona lebih baik di persiapkan, tapi untuk di awal kita belajar lebih baik coba dan coba berbagai persona saat naik panggung, barulah ketika kita merasa nyaman dan penonton pun suka dengan persona tersebut, kita tajamkan persona itu dengan penampilan fisik dan sering naik panggung dengan persona tersebut.
Misalnya, persona kutu bukunya bang Shani Budi. Tiap tampil dia tampil pake kacamata dan pake kaos super hero, penampilan fisiknya semakin menajamkan personanya di atas panggung kan?

Semoga artikel ini bermanfaat, khususnya buat  temen-temen yang punya ketertarikan yang sama dengan stand up comedy.
Wassalam

Delivery Dalam Stand Up Comedy



Mengutip dari buku Kiat Tahap Awal Belajar Stand Up Comedy Indonesia  (KITAB SUCI)  om Ramon Papana  bahwasannya,  “Naskah hanya berperan sebanyak 10%, sedangkan Delivery dan karakter berperan sebanyak 90%”.

Menurut saya delivery adalah cara seorang comic menyampaikan materinya di atas panggung,kepada penonton  dengan karakter yang sudah comic tersebut tetapkan atau pun secara tidak sengaja ia temukan.
 
 
Berikut ini adalah faktor-faktor yang bisa membuat penyampaian materi kita lebih hidup:

a.       Suara Asli atau Suara Karakter?
 
 
Jelas dengan menggunakan suara asli maka kita akan lebih mudah dalam menjiwai materi yang berasal dari dalam diri kita, namun pada kenyataannya suara karakter bisa menjadi daya jual yang membedakan satu comic dengan comic yang lainnya.

b.      Timing
 
 
Menurut saya Timing adalah bagaimana seorang comic mengatur tempo, ritme, jeda, penekanan bicaranya dalam penyampaian materi, sehingga penonton dapat menerima leluconnya dengan baik dan pada akhirnya tertawa. Kalo emang lucu.
Saya pribadi juga percaya Timing yang baik hanya bisa di dapat dari proses seberapa sering comic tersebut tampil. Learning by doing gitu.

c.       Penggunaan Bahasa
 
 
Penggunaan bahasa menjadi penting dalam penyampaian, ada saran yaitu “Write The Way You Talk” (Tulislah sebagaimana layaknya anda berbicara). Misalnya ganti kata Tidak dengan kata Enggak, dsb.
Logat atau gaya bicara juga bisa jadi daya jual dan pembeda seorang comic.

d.      Variasi
 
 
Semakin panjang penampilan seorang comic, maka semakin sulit juga mempertahankan perhatian penonton pada apa yang comic tersebut sampaikan. Banyak comic senior pada show 5 menitan sukses membuat suasana pecah, tapi pada show 30-40 menitan malah jadi garing, bahkan jangkrik-jangkrik sampe pada pawai dan beranak pinak.
Jadi ya siapkan aja banyak variasi, seperti suara, logat, atau mau nyanyi di plesetin, joget-joget nggak karuan, salto, koprol apa pun asal perhatian penonton tetap jadi milik kamu.


Capek juga yaa ngetiknya, berhubung yang ngetik pengen nyeruput kopi yang uda menggupal.. sekian dulu deh dari saya.
Wassalam.

Wednesday, 27 January 2016

Gali Materi Dan Mengolahnya Menjadi Jokes

Debu Di Vakum Menggumpal Dan Membatu,
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.




Buat temen-temen yang tertarik dan mau belajar jadi Comic, tapi kesulitan dalam mempelajarinya dengan membaca, nih masoki kasih link video yg semoga aja bisa memancing kreatifitas kita dalam penggalian materi.


         Video ini merupakan obrolan 3 sekawan, tapi tak sekandung, yaitu bang Raditya Dika, koko Ernest Prakasa, dan bang Ryan Andriandhy.
Iniiii dia :


1. https://www.youtube.com/watch?v=kqaCgMRLPdQ

2. https://www.youtube.com/watch?v=CCPpRRv5UFM

3. https://www.youtube.com/watch?v=UUe0SYDZrM8


Buat download video di youtube, kalo saya sih biasanya tinggal tambahin huruf "ss" aja setalah "www." , Nah nanti temen-temen akan di giring ke situs untuk downloadnya.

Dan ini lanjutannya, intinya sih gimana untuk mengolah materi yg udah kita tentukan:

1. https://www.youtube.com/watch?v=p9T5-zYkNZw

2. https://www.youtube.com/watch?v=UeD_pZJwQB0

3. https://www.youtube.com/watch?v=ajoAF_unrx4


Semoga setelah nonton video di atas temen-temen dapet inspirasi lebih dalam membuat jokes.
Wassalam.

Istilah-Istilah Dalam Dunia Stand Up Comedy

Debu Di Vakum Menggumpal Dan Membatu,
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.




Kali ini masoki mau bahas soal istilah-istilah dalam dunia stand up comedy,

 mudah-mudahan bermanfaat buat temen-temen yg punya ketertarikan di dunia stand up comedy.
Ini dia :




ACT-OUT : Gerakan tubuh atau mimic muka yang dilakukan oleh seorang comic dalam penampilannya membawakan/memperkuat joke.

ANGLE : Pandangan seorang comic terhadap subyek/tema tertentu.

BEAT : Take a Beat, Pause atau berhenti sesaat memberikan jeda untuk keperluan pengaturan waktu (timing) dari seorang comic (biasanya tepat sebelum Punch).


BIT : Sebuah bagian dari Stand Up Comedy Show atau Routine . Menurut masoki sih kumpulan jokes yang satu tema.

BLUE MATERIAL : Comic yang menggunakan kata jorok/kotor atau membicarakan tentang seks dengan cara menjijikan.

CALLBACK : Sebuah joke yang mengacu pada joke lain yang disajikan sebelumnya dalam pertunjukkan. Sering kali disajikan dalam konteks yang berbeda.



CATCH PHRASE : Frasa atau ucapan umum yang diucapkan dengan nada atau gaya khusus yang kemudian menjadi “trademark” dari comic tertentu. (Contohnya mongol, kata "KW" yang artinya maho)

CLOSER/CLOSING LINE : Joke terakhir dalam sebuah penampilan Stand Up Comedy yang biasanya mengundang tertawa yang hebat.

COMIC : Seseorang yang hidup dengan menjadi lucu lewat menceritakan lelucon.

DELIVERY : Cara seorang comic menyampaikan apa yang ingin dia katakan. Buka hanya suara tapi juga wajah, tangan dan tubuh.

HAMMOCKING : Teknik untuk menempatkan materi yang agak lemah diantara dua materi yang kuat.

HEADLINER : Comic yang tampil terakhir dan menjadi bintang dalam sebuah pertunjukkan.

HECKLER : Seseorang diantara penonton yang berbicara dan menginterupsi comic dengan cara yang mengganggu dengan maksud membuat si comic gagal.

LAUGHS PER MINUTE (LPM) :Ukuran untuk menentukan seberapa banyak tawa yang dihasilkan oleh seorang comic dalam setiap menit pertunjukkannya.

ONE-LINER : Joke yang hanya terdiri dari 1 atau 2 kalimat. Ini juga sebutan untuk comic yang berciri lebih banyak membawakan One-liner.

OPEN MIC : Sebuah acara untuk menampilkan para comic pemula atau comic professional yang mau mencoba bahan baru.

OPENER : Urutan pertama comic dari sederetan comic yang akan tampil.

POV (Point of View) : Sudut pandang seorang comic pada sebuah hal/peristiwa tertentu.

PREMISE : Konsep utama dari serangkaian jokes yang ditulis (Premis).

PUNCH LINE : Bagian “lucu” dari sebuah lelucon. Di bagian ini seharusnya penonton tertawa. Biasanya punch berada di belakang set-up.

RIFFING/SPRITZING : Komentar bolak-balik dengan penonton yang spontan atau tidak disiapkan terlebih dahulu.

SEGUE : Kalimat transisi untuk mengantar perpindahan dari suatu joke ke joke lainnya.

SET : Penampilan koleksi lelucon sampai selesai. Ketika seorang comic naik ke panggung sampai ia turun lagi, bisa disebut satu set.

SET-UP : Bagian “penjelasan” dari sebuah lelucon. Ini bagian dari crita lucu yang bukan untuk ditertawakan. Bagian depan dari sebuah cerita.

SELF EFFACING : Lelucon yang menghina diri sendiri atau membuka aib untuk ditertawakan.

STREET JOKE : lelucon umum yang sudah sangat sering diceritakan dan didengar orang.

TO BOMB : Tampil gagal, tidak ada yang tertawa.

TO KILL : Tampil sukses, penonton menyukai anda dan tertawa.
Istilah-istilah di atas juga saya baca dari bukunya om Ramon Papana, sang Bapak Stand Up Comedy di Indonesia. Saya pribadi follow akun twitter beliau di @ramonpapana dan Alhamdulillah di follback lho.. he he he (pamer aja sih).
 Mungkin cukup sekian aja yg masoki paparkan kali ini, yg mau request boleh aja asal jangan susah-susah. Wassalam

Premis > Set-Up > Punchline

Debu Di Vakum Menggumpal Dan Membatu,
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.


Setelah kemaren masoki mengulas sejarah Stand Up Comedy, hari ini masoki mau mencantumkan..
Bahasanya nggak karuan ya?? Yaa pokoknya kalian ngerti lah.
Memaparkan tentang 3 bagian penting dari sebuah jokes/lelucon.

Apa aja itu, inilah dia :


1. Premis.
 
 
    Premis adalah topik, isu, gagasan ataupun tema dari suatu masalah yang akan dibicarakan. Premis disini adalah sebuah kalimat singkat yang TIDAK MENGANDUNG OPINI. Ingat, TIDAK MENGANDUNG OPINI. Contoh : Mama saya pedagang nasi uduk.

2. Set-Up.
 
 
    Set-Up adalah cerita awal yg kita bangun berdasarkan premis, yg apabila kita ucapkan maka pendengarnya akan membayangkan/berimajinasi akan hal-hal yg kita ucapkan.
Disinilah kita harus kreatif dan jeli memilih sudut pandang kita dari premis yg sudah kita tentukan sebelumnya. Contoh : Mama udah dagang bahkan sebelum saya lahir, beliau pedagang profesional. Dagangannya juga selalu abis.

3. Punchline.
 
 
    Dinamakan punchline karena fungsinya sebagai ucapan yg mengejutkan, karena setelah kita ucapkan maka asumsi penonton akan berbelok sehingga mengundang tawa.
Contoh: Abis modalnya


Nah, jadi kalo semua yg saya paparkan di atas di gabungkan, maka akan menghasilkan sebuah jokes sebagai berikut :

Mama gue pedagang profesional. Dagangannya selalu abis.. Abis Modalnya


Gimana temen-temen?? Kebayang kan?? Kalo masih belum, ya namanya juga belajar.
Sekian dulu pemaparan dari masoki.
Wasalam

Sunday, 24 January 2016

Sejarah Stand Up Comedy

Debu di vakum,menggumpal dan membatu.
Assalamualaikum, warohmatullahi wabarokatuh.

Hai, teman-teman ku yg belom ada, dan teman-teman yg sudah ada, jadi nggak ada. Agak horror ya.
Oke, akhir-akhir ini masoki lg suka, lg mencoba belajar stand up comedy.
Buat yg punya kesamaan seperti halnya masoki, nih info sejarahnya:

Sejarah Awal Berdiri Stand Up Comedy di Dunia -Stand-up comedy adalah seni melawak (komedi) yang disampaikan di depan penonton secara live. Sang komedian biasanya tampil beberapa menit. Sejarah stand-up comedy dimulai sejak abad 18 di Eropa dan Amerika. Dalam sejarahnya perkembangan stand up comedy juga ditemui di berbagai benua. Di dunia, terutama di Amerika Serikat, stand-up comedy sudah berlangsung sejak lama. Ada yang menyebutkan sudah ada sejak abad ke-18. Makin berkembang di tahun 1960-an.
Disana pelaku komedian ini biasa disebut dengan "stand up comic" atau secara singkat disebut dengan "comic". Para comic ini biasanya memberikan beragam cerita humor, lelucon pendek atau kritik-kritik berupa sindiran terhadap sesuatu hal yang sifatnya cenderung umum dengan berbagai macam sajian gerakan dan gaya. Beberapa comic pun bahkan menggunakan alat peraga untuk meningkatkan performa mereka di atas panggung.Stand Up Comedy biasanya dilakukan di kafe, bar, universitas dan teater.
Dalam Stand Up Comedy, seorang comic seharusnya memiliki konsep atau materi sebagai bahan lelucon. Dan tak mustahil jika terdapat lelucon yang berbau cabul, rasis dan vulgar di Stand Up Comedy .Mereka biasanya membuat script dan catatan-catatan kecil dalam rangka untuk mempermudah mereka dalam berkomedi.
Diluar negeri ada banyak comic terkenal, misalnya, adalah Jerry Seinfield, Eddie Izzard, Akmal Saleh, Daniel Tosh, dll. Anda juga mungkin tahu Hollywood aktor terkenal seperti Woody Allen, Rowan Atkinson, Chris Rock, Will Ferrell dan Jim Carrey yang pernah bergelut di bidang ini. Rata-rata dari mereka, bintang Hollywood mengawali karirnya surut pertama di dunia Stand Up Comedy sebelum dikenal seperti sekarang ini.
Sejarah panjang lahirnya  StandUp Comedy dimulai sekitar tahun 1800an di Amerika yang saat itu untuk pertama kalinya masih  berwujud teater.  Dahulu  di amerika ada sebuah teater yang bernama The Minstrel Showyang diselenggarakan oleh Thomas Dartmouth "Daddy" Rice.

The Minstrel Show
The Minstrel Show memulai kiprahnya tepat sebelum  terjadi perang saudara  di Amerika. Meskipun lawakannya masih berbentuk lawakan yang sangat simple, akan tetapi justru mendapatkan animo yang sangat besar dari warga Amerika saat ituterutama dari warga Amerika dengan  kalangan menengah ke atas. Akan tetapi acar ini banyak mengandung unsur rasisme yang sangat menonjol, contoh nyatanya adalah para comic nya yang dengan sengaja menghitamkan muka mereka yang bertujuan untuk mengejek warga Amerika yang berkulit hitam / orang berkulit hitam.
Pada saat itu Mic belum lahir , para comic melucu dengan cara Slapstickatau yang lebih dikenal sekarang dengan Physical joke. Meskipun begitu, acara ini  mampu bertahan hingga memasuki abad ke 20.
Seiring berjalannya waktu,  perkembangan the minstrel show semakin lama justru semakin menjurus ke arah teater musikal bertema komedi pada  segmen pertamanya. Pada segmen kedua ada sebuah acara yang disebutThe Olio yang dibawakan oleh sebuah group yang berjumlah 2 orang bernama "The Endmen" yang dalam aksinya mereka  melakukan sejenis pidato yang dalam isinya bersifat menyindir para politisi atau hanya sekedar membahas  kehidupan sehari-hari. Dan justru dari sinilah dimulainya awal kehidupan StandUp Comedy.
Ketika The Minstrel Show mulai redup, dan pada saat  ( awal abad 20 an ) itu lahirlah sebuah teater yang bernama "Vaudeville". Vaudeville sendiri  masih tampil dengan format yang bisa  dikatakan mirip dengan The Minstrel Show, bedanya Vaudeville sudah merata ke hampir semua entertainment./ hiburan  seperti komedi, musik, sulap dan lain-lainnya. Namun ada satu perbedaan yang sangat mencolok antara Vaudeville dengan The Minstrel Show yaitu para pelawak Vaudeville mulai sering melakukan one man show meskipun masih sering menggunakan Slapstick karena memang pada saat itu belum ada MIC yang bisa membuat para penonton mendengar apa yang diucapkan oleh para Comic.




Vaudeville

Dan pada saat yang sama lahirlah sebuah show tandingan bagi Vaudevilleyang bernama Burlesque yang lebih condong ke kalangan menegah kebawah. Hal ini sangat berbeda dengan Vaudeville yang sangat condong kepada kalangan menengah ke atas. Burlesque sendiri meniru / mengadopsi segmen / bagian The Olio milik Minstrel Show yang mana  para pelawaknya menggunakan monolog dan pidato sebagai bentuk lawakan mereka,dengan  setting panggungnya yang  kecil dan lebih akrab dan bersahabat  kepada penonton.
Seiring berkembangnya tekhnologi maka ditemukanlah MIC, Vaudevillekembali berjaya melalui Comic Will Rogers yang mana salah satu comedian pertama yang menjadi Political Stand-Ups. Seiring berkembangannya teknologi dengan munculnya Radio danTelevisi, Komedi dengan format Stand-Up mulai dikenal luas namun justru mengalami penurunan,hal ini terjadi karena pada saat itu orang-orang lebih meminati acara musik live,dan night club.
dan  akhirnya Vaudeville maupun Burlesquet sedikit demi sedikit mulai meninggalkan komedi tunggal ini, dan akhirnya mereka cuma menjadi  cafe musik biasa.
Akan tetapi tidak semua comic menyerah begitu saja, mereka kembali mulai melakukan   komedi tunggal dengan format StandUp melalui cafe-cafe dan sejenisnya.Dan pada akhirnya ada beberapa stasiun televisi yang bersedia membuat sebuah acara dengan format StandUp Comedy seperti, The Ed Sullivan Show , The Tonight Show,  hingga akhirnya  pada tahun 1959 lahirlah sebuah  acara The Steve Allen Show  yang menampilkan seorang comic bernama Lenny Bruce.
The Steve Allen Show 


Lenny Bruce
George Carlin yang pada masa nya  juga menjadi seorang komedian terbesar dan yang paling terkenal memang terinspirasi dari sosok seorangLenny Bruce yang akhirnya membuat George Carlin bertekad menjadi seorang pelawak dan pada akhirnya George carlin pun bisa menjadi terkenal. 
Pada saat ini banyak pelawak yang terinspirasi dari sosok seorang  George Carlin, seperti Chris Rock dan  Jerry Seinfeld.

George Carlin


 Dan setelah melalui perjalan sejarah yang begitu panjang maka pada akhirnya StandUp Comedy bisa menjadi tenar seperti saat ini. hmmm sungguh sebuah perjalanan yang tidak singkat yah hehe..
Komedi tunggal baru dikenal sebagai StandUp Comedy dan para pelawaknya disebut comic 
sebenarnya baru dimulai  pada tahun 1966 yang dikemukakan oleh orang-orang dari universitas Oxford.
Untuk perkembangan StandUp Comedy di Indonesia sebenarnya sudah dimulai oleh sosok seorang Almarhum Taufik Savalas melalui acara Comedy Cafe dan juga acara Ramon Papana sebagai pemilik comedy cafe. Akan tetapi acara ini kurang mendapat respons dari masyarakat Indonesia, sehingga bisa dibilang acara tersebut kurang booming. 
Setelah itu berlalu, usaha mengembangkan StandUp comedy di Indonesia diteruskan oleh seorang oleh Iwel wel yang mengisi acara Jayus Plis Dong Ah dan juga acara Bincang Bintang yang memang acara tersebut di design untuk StandUp Comedy oleh mas Indra Yudhistira.
Dan sekarang StandUp Comedy kembali mencuat di dunia entertainment Indonesia, dimana pada saat sekarang ini StandUp Comedy di Indonesia di angkat oleh seorang Raditdya Dika & Pandji Pragiwaksono.

 Menurut masoki stand up comedy adalah seni yg menarik, karena selain butuh bakat melucu tapi jg bisa di pelajari secara teknisnya. Yaah kalo pun gak bisa jd comic profesional, paling tidak kita jd lebih humoris, dan nggak gampang stress.
sekian dulu perkenalan kita dengan sejarah stand up comedy.
Wassalam